Rekam Jejak Lembaga Survey (I)

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 12 lembaga survei melakukan hitung cepat atau quick count perolehan suara Pilpres 2014. 8 Di antaranya menunjukkan suara Jokowi-JK unggul dari Prabowo-Hatta, sementara 4 lainnya melansir hasil sebaliknya.

Apa saja dan seperti apa sepak terjang para lembaga survei itu? Berikut penelusuran Liputan6.com, Kamis (10/7/2014):

1. Pusat Kajian Pengembangan dan Kajian Strategis (Puskaptis)

Pada quick count Pilpres Rabu 9 Juli kemarin, dari 93,41% suara masuk Puskaptis merilis perolehan suara Prabowo-Hatta sebesar 52,05% dan Jokowi-JK meraih 47,95%.

Puskaptis terdaftar di KPU sebagai lembaga penyelenggara quick count. Lembaga itu disebut berkantor di Jalan Sabar, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Sementara di website-nya puskaptis.wordpress.com, disebut kantornya di Gedung Selmis, Jalan Asem Baris Raya Kav 7 Blok II/52 Jakarta Selatan.

Catatan Liputan6.com, survei-survei Puskaptis selama Pilpres 2014 kerap memenangkan Prabowo-Hatta. Padahal banyak lembaga survei yang saat itu mengunggulkan Jokowi-JK.

Salah satu survei Puskaptis yang dirilis pada 30 Juni lalu, Direktur Puskaptis Husin Yazid mengatakan, dalam survei keempat yang digelar sejak 23-27 Juni, elektabilitas Prabowo mencapai 43,68%. “Sebaliknya, elektabilitas Jokowi 40,83%. Pemilih yang belum menentukan pilihan tapi akan berpartisipasi yakni 15,49%,” kata Husin

2. Indonesia Research Centre (IRC)

Quick count Indonesia Research Centre (IRC) dalam Pilpres 2014 menyebutkan, dari 100% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 51,11% dan Jokowi meraih 48,89%.

Penelusuran Liputan6.com, IRC memiliki kantor di MNC Tower Jalan Kebon Sirih Nomor 17-19, Jakarta Pusat, lantai 26, dengan website indonesiariset.com. Seorang sumber di lingkungan IRC mengakui biaya operasional lembaganya selama ini ditanggung oleh pemilik MNC Grup Hari Tanoesoedibjo, yang kini menjadi tim sukses Prabowo-Hatta.

Saat Pemilu Legislatif 2014, survei IRC sering mengunggulkan elektabilitas Partai Hanura dan pasangan Wiranto-Hary Tanoe. Salah satunya adalah hasil survei pada Oktober 2013, IRC menyebut elektabilitas Wiranto mengalahkan Prabowo.

“Saat ini, posisi mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto digeser oleh mantan Panglima TNI Wiranto yang sejak Mei lalu secara resmi berpasangan dengan Hary Tanoesoedibjo,” papar peneliti IRC Yunita Mandolang kala itu.

Namun menjelang Pilpres 2014, rilis survei pada 30 Juni 2014, IRC memenangkan pasangan Prabowo-Hatta dengan 47,5%, sedangkan Jokowi-JK 43,0%. Kala itu, Wiranto yang gagal maju menjadi capres telah berlabuh mendukung Jokowi-JK. Sementara Hary Tanoe bergabung ke Prabowo-Hatta.

3. Jaringan Suara Indonesia (JSI)

Hasil hitung cepat Pilpres 2014 oleh Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyebutkan, dari 91,35% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 50,16% dan Jokowi-JK meraih 49,84%.

Dalam website jsi-riset.com, lembaga survei yang terdaftar di KPU itu bernaung di bawah perusahaan PT Jaringan Suara Indonesia. Dituliskan juga, JSI berkantor di Jalan Warung Jati Timur Nomor 8A5, Jakarta Selatan.

Di situs itu juga disebutkan, JSI yang berdiri pada 8 Agustus 2008 telah melakukan lebih dari 190 survei dan lebih dari 28 kali hitung cepat di berbagai provinsi di Indonesia. –

4. Lembaga Survei Nasional (LSN)

LSN merilis hasing quick count-nya berdasarkan 96,51% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 50,56% dan Jokowi meraih 49,44%.

Catatan Liputan6.com, survei lembaga dengan website lsn07.com itu pada 5 Mei lalu memenangkan Prabowo-Hatta. Dalam survei itu Prabowo dinyatakan lebih dicintai warga nahdliyin ketimbang Jokowi yang gencar menyambangi tokoh-tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU).

“Jokowi yang pencapresannya juga didukung PKB malah tertinggal dari Prabowo dalam merebut hati pemilih di kalangan NU,” kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry.

LSN juga disebut-sebut dimiliki oleh Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta, Mahfud MD. Saat dikonfirmasi Liputan6.com, Umar Bakry menampik kabar tersebut. Menurut dia, LSN tidak ada hubungan sama sekali dengan Mahfud MD.

“LSN berdiri sejak 2006 dan Mahfud MD baru berurusan dengan politik setelah pensiun dari MK baru-baru ini,” ujar Umar.

Umar menjelaskan, isu LSN milik Mahfud MD beredar karena mantan Ketua MK itu pernah menyatakan akan merilis hasil survei internal pada Kamis 12 Juni.

“Tenyata hari Kamis itu cuma LSN yang rilis hasil survei. Akhirnya orang berpikir LSN itu lembaga internalnya Mahfud MD. Jadi orang cuma mengait-kaitkan 2 kejadian berbeda tapi nyambung kalau dikaitkan,” terang Umar.

Nantikan sepak terjang 8 lembaga survei lainnya pada tulisan berikutnya…
– See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2076101/profil-lembaga-survei-pembuat-quick-count-pilpres-2014-i?p=3#sthash.GtPrsnRP.dpuf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s