Urban Farming dan Organ Genital yang Berkurang 3mm/tahun

 

1315945856557043524urban farming dalam pot ( dok. Supardiyono Sobirin)

 

Ya, organ genital bisa berkurang 3mm/tahun apabila senantiasa mengonsumsi hasil pertanian yang terpapar pestisida kimia. Penjelasan diberikan oleh Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan ; Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat, Ir Lilis Irianingsih MP dalam diskusi mengenai urban farming.  Suatu diskusi memperingati milangkala (ulangtahun) 10 tahun Dewan Pemerhati Kehutanan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) yang bertempat di jalan LL RE Martadinata no 189 A, Bandung tanggal 10 September lalu.

Acara yang berlangsung semenjak pukul 10.00 pagi hingga sore sebetulnya juga mengupas topik greenbuilding dan sertifikasinya dimana DPKLTS aktif menyosialisasikan dan membangun rumah tahan gempa yang sesuai dengan kearifan lokal di Cisompet dan  Cigalontang, Tasikmalaya. Juga menampilkan berbagai stand bazar yang mengedukasi dan menyosialisasikan hidup organis yang sudah lama terlupakan. Dan tentu saja penampilan musik asli urang Sunda : Karinding!

Kembali ke diskusi urban farming. Topik yang mudah diwacanakan tapi amat sulit diimplementasikan. Kota yang padat penduduk urban tak menyisakan lahan bahkan bagi penduduk asli kota tersebut. Pilihan termudah  adalah membeli bahan makanan di pasar atau warung. Selain mudah juga murah karena hanya dengan uang Rp 1.000 seorang ibu dapat membeli seikat kangkung tanpa harus ribetmenanam dan menyiram. Walau sangat beresiko karena ketidaktahuan petani atau petani enggan menanggung rugi maka sayuran kerap disiram melampau batas normal. Bahkan sehari menjelang panen biasanya sayuran masih disemprot pestisida.

Pestisida kimia  dipilih oleh mayoritas petani karena mudah dibeli  bahkan beberapa petani meyakini bahwa pestisida yang disemprotkan ke tanah akan bermanfaat menyuburkan. Sedangkan pestisida organik dianggap terlalu ribet membuatnya bahkan beberapa bahan pestisida alami /organik sudah sulit didapat misalnya jambe.

Penggunaan pestisida kimia adalah dampak revolusi hijau (1943-1960an) ketika Ford Foundation dan Rockefeller Foundation mengembangkan benih padi unggul demi peningkatan produksi secara revolusioner. Konsekuensi menanam benih padi unggul (di Indonesia dikenal dengan label IR) adalah membutuhkan pestisida unggul pula yang selain harganya mahal sering digunakan oleh petani melebihi dosis normal. Dosis aman pestisida adalah sebanyak 0,005 ml tapi kenyataan dilapangan petani sering  menggunakan hingga o,5 ml, padahal pestisida kimia sulit terurai karena masuk ke jaringan tanaman.  Beberapa dampak buruk pestisida kimia sebagai berikut :

1.  Chlorodecone (Kepone) : Mengurangi jumlah dan daya gerak sperma serta morfologi menjadi tidak normal

—2. Dibromechloropane (DBCP) : Paparan bahan ini terhadap manusia selama tiga tahun akan menyebabkan kematian atau berkurangnya sel pada sperma selain itu libido pria menurun menjadikan pria impoten

—3. Chloropene : Menurunnya libido pada pria, impoten, menurunnya jumlah sel sperma, hilangnya daya gerak sel mani menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi pada pria.

—4. Formaldehyde : Menyebabkan menstruasi pada wanita terganggu, terjadinya abortus spontan, berat badan bayi lahir rendah.

—5. Glycol Ether : Pria menjadi steril dan terganggunya menstruasi pada wanita

—6. Toluene : Dapat menganggu pertumbuhan janin pada rahim, sehingga berat badan bayi lahir rendah

—7. Carbon Disulfida (CS2) : Menurunkan aktivitas seksual dan menurunnya jumlah folkel stimulating hormon serta prolactine

—8. Ethylene Dibromide dan Ethylene Oxyde : Menurunkan fertilitas pada wanita dan meningkatkan abortus spontan

BAHAN KIMIA LAINNYA (Logam/trace elements)

  • Boron : Mengurangi jumlah sel mani sampai infertilitas bahkan dapat menghilangkan libido
    • Timbal : Paparan timbal pada pria dapat menyebabkan morfologi sperma abnormal dan menurunkan libido, sedangkan pada wanita hamil dapat meningkatkan insiden abortus spontan serta dapat menyebabkan bayi meninggal saat dilahirkan

 

    • Magnesium : Menyebabkan berat badan bayi lahir rendah serta efek teratogenik atau kerusakan kromosom.

 

  • Tembaga : Secara ionik akan menekan implantasi dan menyebabkan kematian janin. Hal ini biasa dipakai untuk praktek IUD KB pada wanita

Perbedaan dampak penggunaan pestisida alami dan kimiawi :

Pestisida Alami/Organik Pestisida Kimia
  • Residu cepat terurai /tidak meracuni pada hasil pertanian
  • Tidak menyebabkan pencemaran air, tanah maupun udara.
  • Predator tidak ikut musnah
  • Tidak menimbulkan kekebalan serangga
  • Murah dan mudah membuatnya.
  • Pada umumnya berupa racun perut sehingga tidak berbahaya bagi pekerja yang mengaplikasikan.
  • Residu menempel lama pada hasil pertanian
  • Efek residu dapat mengakibatkan pencemaran.
  • Predator/hewan/ternak dapat teracuni
  • Menimbulkan daya kekebalan pada serangga hama.
  • Biaya produksi mahal.
  • Berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Apa langkah preventif agar hidup sehat dan terutama tidak mengurangi “kejantanan” seorang pria? Selain membeli bahan pangan organik yang sudah disertifikasi oleh Badan Ketahanan Pangan Daerah dan kini banyak dijual di supermarket, masyarakat juga bisa menanam sayuran sendiri. Baik di dalam polybag, pot-pot bunga atau bekas paralon.

Salah satu langkah mudah mewujudkan urban farming adalah membentuk komunitas urban farming karena akan membawa banyak manfaat sebagai berikut :

    • Menekan biaya produksi (mis. Biaya pembelian bibit bisa ditanggung bersama)

 

    • Saling berbagi ilmu karena penerapan urban farming gampang-gampang susah, khususnya penjelasan di buku dan aplikasinya sering berbeda jauh.

 

    • Untuk mendapatkan kompos bisa bergotong royong membangun tempat sampah komunal atau takakura (di rumah masing-masing apabila tidak ada lahan). Gerakan ini juga dapat membantu mengurangi sampah organik penyebab tumpukan sampah berubah menjadi bau menyengat  dan mengeluarkan belatung yang menjijikkan.

 

  • Terjalinnya solidaritas sosial yang mulai berkurang kadarnya di masyarakat urban.

Sayuran organik yang ditanam oleh komunitas biasanya malah tidak memerlukan pestisida sama sekali karena pendeknya waktu tanam dan sangat bervariasinya tanaman. Berbeda dengan tanaman dalam greenhouse yang ditanam untuk keperluan pasar.

Selain bebas racun pestisida, sayuran organik juga mempunyai kelebihan  lain yaitu

1.     Mengandung kalsium lebih tinggi (mg/100 gram)

Organik Non-organik
Tomat 23 5
Selada 71 16
Buncis 41 15

2.    Sayuran organik memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi 25-50 % dari sayuran non-organik.

Menimbang begitu banyaknya manfaat sayuran organik dan betapa berbahayanya sayuran non-organik, apakah kita mau memulai mengonsumsi sayuran organic atau “asal kenyang”? Pilihan ada di tangan Anda …..   ^_^  (Maria Hardayanto)

1315946061866564022tempat sampah komunal khusus sampah organik (dok Supardiyono Sobirin)

 

1315946208354498588sayuran dalam stand DPKLTS (dok. DPKLTS)

 

13159463521388710271Ir. Lilis Irianingsih MP (dok DPKLTS)

 

131594649112724308554 pembicara urban farming (dok. DPKLTS)

 

sayuran dalam paralonbertanam sayuran dalam talang air

 

sumber foto : disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s