Persib…….Oh Persib………..


Greget, ngeselin, penuh cinta dan sering membuat kecewa, mungkin itulah perasaan para “bobotoh”, sebutan untuk pendukung Persib pada tim kesayangannya. Greget dan ngeselin karena sebagai tim sepak bola dengan barisan pemain berlabel timnas, Persib tak kunjung memenangkan kejuaran Liga Super Indonesia (LSI). Penuh cinta karena apapun yang dilakukan tim kesayangannya maka bobotoh akan selalu mendukung. Kecewa karena manajemen Persib dalam penentuan pelatih Liga Indonesia 2011-2012 selalu mengundurkan waktu dari pertengahan Agustus 2011 hingga terakhir baru akan diputuskan 10 Sepetember 2011.

Penentuan pelatih handal memang ditunggu-tunggu karena bagaimana menetapkan target apabila sang arsitek belum pasti siapa orangnya sedangkan jadwal kompetisi  sudah dimulai tanggal 8 Oktober 2011. Tak kurang nama Alfred Riedl, mantan pelatih timnas turut meramaikan bursa karena agennya berani menurunkan nilai kontrak dibawah 1 milyar, sayang Alfred Riedl keburu mutung, enggan melatih tim Indonesia lagi.

Kemudian ada nama Rahmat Darmawan mantan pelatih Sriwijaya FC yang pernah mengantar Sriwijaya FC meraih 2 gelar sekaligus inipun diburu hingga ke Solo, sayang yang bersangkutan memilih teken kontrak melatih timnas yunior selama 2 tahun. Ya iyalah ….. lebih prestisius. Rahmatpun membuktikan kepiawaian meracik permainan timnas yunior dengan menahan imbang timnas senior di pertandingan ujicoba babak prakualifikasi Piala Dunia 2014.

Selama mengejar-ngejar Rahmat Darmawan, Persib menggantung nasib Jaya Hartono. Mantan pelatih Persik dan Deltras Sidoarjo ini pernah melatih  Persib di ajang LSI 2009-2010, sayang yang bersangkutan tak tahan mendapat tekanan manajemen sehingga mundur dan diteruskan oleh Robby Darwis. Jaya Hartono sempat menunggu keputusan manajemen Persib yang mengulur-ulur waktu penetapan pelatih, hingga akhirnya Jaya memutuskan berlabuh ke Persik Kediri kembali untuk ajang liga musim depan.

Sebetulnya yang paling diharap bobotoh adalah Daniel Roekito mantan pelatih Persik. Walau tidak berhasil mengantar Persib ke tiga besar, Daniel berjasa menyelamatkan Persib dari keterpurukan di anak tangga terbawah. Gara-garanya manajemen mengontrak pelatih asing yang benar-benar asing dan tidak mengenal pemain Persib yang terkadang mutung apabila dimarahi.

Nama pelatih asing itu Daniel Darko Jankovic asal Serbia dan berniat menerapkan disiplin keras. Sayangnya jangankan berhasil mendisiplinkan, pertengkaran dengan pemain (Markus Harison)lah yang terjadi. Baru dua bulan melatih, Darko mundur dan diganti asistennya Jovo Cuckovic yang sama parahnya. Bak berangkat perang Darko dan Jovo tidak mempunyai cukup waktu dan kemampuan bahasa untuk mengenali medan perang. Hanya mengandalkan armada yaitu para pemain hebat mereka langsung menyerang. Kalah? Jangan heran! Justru apabila Persib menang barulah menakjubkan.

Kedatangan Daniel Roekito sebagai pengganti Jovo ibarat dewa penyelamat. Dengan barisanpertahanan rapuh karena bukan hasil rancangannya, Persib berhasil merangsek di urutan ke tujuh. Sungguh prestasi yang lumayan mengingat di ajang LSI 2010-2011, sang kiper Markus Harison harus berulangkali terpaksa memungut bola di gawangnya dan sang striker yang mendapat julukan El-Loco, Christian Gonzales kehilangan kesaktiannya ketika merumput di Persib sehingga melayanglah gelar Top Scorer.

Tapi sekali lagi manajer Persib berusaha merengkuh bulan dengan mengabaikan Daniel Roekito yang baru berakhir masa kontraknya pertengahan September ini. Danielpun berlabuh ke Persisam Samarinda sedangkan manajer Persib meneruskan perburuan hingga muncul nama pelatih timnas Malaysia Krishnasamy Rajagopal, mantan pelatih PSM dan Persipura, Raja Isa bin Raja Akram serta pelatih asal Singapura, Fandi Ahmad.

Anehnya di waktu yang sudah demikian sempit untuk menentukan pelatih, muncullah nama Drago Mamicpelatih berlisensi FIFA asal Kroasia yang pernah malang melintang menukangi tim Korea, Cina, Malaysia, Filipina, Myanmar dan India. Drago pernah membawa timnas Myanmar mengalahkan Indonesia 3-1 di arena Sea Games Laos 2009.

Dengan bekal prestasi Drago yang  konon membanggakan karena beberapa kali berhasil membawa timnya menyabet prestasi gemilang, kemampuan berbahasa Melayu yang sedikit-sedikit, manajer Persib optimis bahwa di ajang liga 2010-2011 Persib bakal juara.

Manajer Persib melupakan bahwa jangankan berbeda negara, untuk melatih tim yang berbeda provinsi semisal PSM Makasar dengan Persib Bandung pelatih memerlukan waktu adaptasi cukup lama berkaitan dengan bahasa dan kultur. Manajer juga melupakan kegagalan Persib musim lalu karena dilatih pelatih asing dari Serbia, Darko Jankovic dan di LSI 2008-2009 oleh si tampan “George Clooney” , Arcan Iurie.  Drago diketemukan karena  sedang melamar ke Sriwijaya FC. Agak aneh juga untuk pelatih yang konon mampu membawa timnya ke tingkat kejuaraan setempat karena pasti sudah menjadi rebutan dan bukan malah sibuk melamar kerja.

Sebagai tim, Persib memang menggiurkan. Berdiri sejak tahun 1933 dan didukung penuh pecinta setianya yang berkibar dengan berbagai nama dan bergabung dalam Bobotoh Maung Bandung Bersatu  (Bomber) ini sanggup mengguncang kota Bandung setiap Persib berlaga. Hampir seluruh jalan di kota Bandung berwarna biru , warna kostum si Pangeran Biru ketika Persib sedang dan akan berlaga. Biru oleh bobotoh yang lalu-lalang berkostum Persib dan membawa bendera Persib. Belum lagi yel-yel penyemangat yang berkumandang di seantero kota.

Persib juga bisa menepuk dada karena tidak mengemis dana APBD lagi. Ditahun 2009, Persib resmi mandiri dibawah naungan PT Persib Bermartabat. Mampu menarik beberapa sponsor dan menjualmerchandise hingga ke seluruh penjuru Indonesia.

Menghadapi liga Indonesia 2011-2012 sudah disiapkan  anggaran 24 milyar untuk belanja pelatih, pemain dan akomodasi lainnya. Karena itu ketika tim lain masih jatuh bangun kesulitan menggaji pemainnya, Persib sudah mulai jaim, membiarkan Hilton Moreira mengikat kontrak dengan Sriwijaya FC dan menggantung nasib Christian Gonzales karena dianggap sudah tua dan berkurang ketajaman tajinya. Hanya mampu menyarangkan 6 goal di gawang lawan untuk musim 2010-2011, Persib nampaknya akan membiarkan El Loco merapat ke Persisam, bergabung dengan tandemnya Ronald Fagundez.

Persibpun leluasa memikirkan regenerasi kiper Markus Harison yang berkurang kecemerlangannya semenjak menikah. Tidak tanggung-tanggung Ferry Rotinsulu dan Jendry Pitoylah yang dibidik. Sedangkan pemain yang dianggap handal, enggan dilepas dan langsung  diikat kontrak Agustus lalu adalah  Abanda Herman dan Miljan Radovic. Juga Hariono yang tampil cemerlang sewaktu timnas berhadapan dengan Iran. Pemain lainnya? Harus menunggu 15 September nanti. Termasuk Nova Arianto yang mulai merapat ke Sriwijaya FC.

Dana tersedia, pelatih dan pemain siap dikontrak, ………….jadi mampukah bendera Persib berkibar di peringkat pertama Liga Indonesia 2011-2012? Atau seperti musim-musim yang lalu, Persib terlalu sibuk berburu pelatih dan pemain kelas atas  tapi hanya sanggup bertengger diurutan ke tujuh. Karena dana besar, nama pelatih dan pemain ternama bukanlah segalanya. Terlalu banyak faktor yang mempengaruhi. Dibutuhkan pelatih layaknya koki yang mampu meracik bumbu hingga menjadi masakan yang indah dipandang dan enak dimakan.

Kesulitan pelatih akan bertambah karena waktu adaptasi dan melatih squad Persib kurang dari satu bulan. Sehingga para bobotoh alias pendukung fanatik diharap untuk bersabar walau sambil mengurut dada : …………. Duh Persib, deudeuh teuing naha bet teungteuingeun ka bobotoh?

Duh Persib tersayang, mengapa kau begitu keterlaluan terhadap bobotoh? (terjemahan bebas, mohon dikoreksi apabila ada yang mengetahui terjemahan yang lebih pas  ^_^) **Maria Hardayanto**

sumber gambar : Persib.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s