Ketika Roy Suryo Sok Tahu!

14 August 2007

http://hurek.blogspot.com/2007/08/remy-silado-soal-indonesia-raya.html

Aransemen SATB lagu INDONESIA RAYA untuk paduan suara campuran (Mixed choir).Sebelum Roy Suryo, polemik seputar lagu INDONESIA RAYA pernah digulirkan Yapi Tambayong alias Remy Silado di harian KOMPAS tahun 1991. Saya pernah membaca polemik itu dengan minat. Berkali-kali saya baca di perpustakaan Universitas Jember, Bumi Tegalboto, Jawa Timur. Perpustakaan besar ini ikut merangsang saya menjadi peminat buku.

“Wah, Pak Yapi ternyata hebat banget. Tahu banyak soal musik, punya begitu banyak data dan referensi,” kata saya waktu itu. Pak Yapi alias Remy Silado pun menjadi salah satu penulis musik dan bahasa idola saya. Tulisannya penuh warna, sarat data, tekun menelusuri peristiwa-peristiwa masa lalu.

Maka, ketika Roy Suryo mengaku ‘menemukan’ INDONESIA RAYA tiga stanza [bukan hal baru sebetulnya], awal Agustus 2007, saya langsung teringat tulisan-tulisan musik Remy Silado pada 1990-an. Sayang, saya tak punya kliping apa pun. Hanya mengandalkan ingatan yang terbatas.

Tapi, syukurlah, Selasa, 14 Agustus 2007, Yuli Ahmada menurunkan pendapat Remy Silado yang dipetik dari KOMPAS tahun 1991.

Menurut Remy, INDONESIA RAYA yang kita kena sebagai lagu kebangsaan kita sudah populer sejak abad ke-18 hingga tahun 1930-an. Bercorak jazz klasik, tegolong hot jazz. Judulnya: LEKKA-LEKKA atau PINDA-PINDA. Tetapi pada tahun 1927 lagu itu direkam dalam piringan hitam menjadi INDONEES-INDONEES.

Lantas, pada 28 Oktober 1928 dalam kongres pemuda di Jakarta diubah menjadi INDONESIA RAYA. “Penggubah lagu yang dimaksud adalah pemimpin band jazz di Makassar pada 1920. Siapa lagi kalau bukan Wage Rudolf Supratman,” tulis Remy.

Supratman muda memang biasa memainkan musik jazz untuk mengiringi orang Belanda berdansa-dansi. “Saban malam Minggu ia memainkan jazz bersama Kaerne.

Di KOMPAS, 5 Januari 1992, Remy Silado menulis lagi. Menurut dia, Supratman pernah menyurati Bung Karno sekaligus mengirim rekaman untuk diperdengarkan di kongres pemuda 1928. Kongres antusias, tetapi menyarankan agar nada-nada dan irama yang sama dengan LEKKA-LEKKA diperbaiki. Upaya perbaikan kemudian dilakukan beberapa kali.

Pada 1951 INDONESIA RAYA dibakukan atas inisiatif Jusuf Ronodipuro, kepala Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Jusuf meminta Jozef Cleber, pemusik Belanda, untuk menggubah lagu itu. Bung Karno setuju.

Pada 1953 komponis Kusbini berinisiatif membebaskan INDONESIA RAYA dari bayang-bayang LEKKA-LEKKA. Ia utarakan niat itu ke Bung Karno. Reaksi Bung Karno yang presiden? “Hai, kamu seniman goblok! Kamu tidak punya kesadaran politik. Apa yang sudah diterima secara politik tidak usah diperkarakan secara estetik,” tulis Remy.

Ia mengutip kesaksian Kusbini [penulis lagu BAGIMU NEGERI] kepada majalah TOP Nomor 29 Tahun IV. Remy juga mengutip keterangan Salamoni, dirigen Orkes Harmoni Kepolisian Semarang, kepada SINAR INDONESIA, 14 Agustus 1963. Salamoni mengatakan, ada delapan bar (birama) di LEKKA-LEKKA plat 78 Fono 2132, Euro, yang sama dengan INDONESIA RAYA.

Remy tak lupa mengkritik lagu IBU KITA KARTINI karangan W.R. Supratman yang juga mencontek lagu rakyat Minahasa, O INA NI KEKE, dan lagu rakyat Timor, BOLELEBO. “Perhatikan ada delapan bar yang diulang jadi 16,” tulis Remy.

Menurut dia, kedua lagu rakyat yang sangat terkenal itu pun aslinya dari lagu Portugis:

Haja Luz:
E disse Deus,
O, haja luz,
O haja luz
e houve luz. 

Tulisan Remy Silado mendapat sanggahan dari Kaye A. Solapung, pengamat musik. Di KOMPAS 22 Desember 1991, Solapung mengatakan bahwa Remy hanya sekadar mengulang tuduhan Amir Pasaribu pada 1950-an.

“Dalam literatur musik ada lagu PINDA-PINDA LEKKA-LEKKA di Negeri Belanda, begitu pula BOOLA-BOOLA di Amerika Serikat,” tulis Solapung mengutip Amir Pasaribu.

Solapung kemudian membedah lagu-lagu itu, dibandingkan dengan Indonesia Raya. Menurut Solapung, lagu BOOLA-BOOLA tidak sama persis dengan Indonesia Raya. Hanya delapan ketuk yang sama. “Jadi, INDONESIA RAYA itu bukan karya jiplakan,” tegas Solapung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s