Pak Sariban Tergolek Lemah

Selasa, 23/11/2010 07:39 WIB
Sariban, Si Tanpa Pamrih Itu Kini Tergolek Lemah
Tya Eka Yulianti – detikBandung


Bandung – Sosok Sariban, sebagai relawan kebersihan lingkungan hidup mungkin sudah tak asing lagi bagi warga Kota Bandung. Hampir setiap hari, warga Bandung bisa melihat Sariban dan sepedanya berkeliling di daerah sekitar Jalan Pahlawan – Cikutra untuk menyapu, mencabuti rumbut, memunguti sampah, membersihkan pamflet hingga mencabuti paku di pohon.

Namun tak banyak orang tahu jika kini Sariban sedang sakit. Sudah hampir sebulan lamanya Sariban hanya bisa terrgolek lemah di kamar. Ditemui di rumahnya di Jalan Cikondang Nomor 30 RT 05 RW 20 Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong, Sariban menjelaskan bahwa ia menderita infeksi saluran kencing serta sakit pinggang.

“Awal sakitnya tanggal 24 Oktober, sewaktu saya sedang di Wonogiri saat pulang kampung ke tempatnya Ibu (mertua-red). Di sana diperiksa katanya saya ada gejala infeksi saluran kencing lalu diobati ke dokter dan sembuh,” ujar Sariban saat berbincang dengan detikbandung, Senin (22/11/2010) sore.

Ia dan isterinya Sukiyem, kemudian pulang ke Bandung pada Sabtu (30/10/2010) malam. “Malamnya nyampe, besok paginya saya langsung kerja turun ke jalan lagi. Hari Senin (1/11/2010) lalu saya ambruk. Tanggal 2 dan 3 saya menggigil, pas ke dokter katanya saya ini panas dalam sudah terlalu lama,” tutur Sariban lemah.

Setelah sembuh dari sakitnya, Sariban kemudian merasakan nyeri di bagian pinggangnya. Akhirnya ia dipijat. Menurut tukang urut yang memijatnya, Sariban mengalami sakit pinggang karena terlalu sering duduk membungkuk.

“Katanya saya ini terlalu banyak duduk mencongkel rumput,” tutur Sariban.

Kini, aktivitas Sariban pun terbatas. Seharian, ia harus tiduran di kamarnya. Jika mau berjalan, ia harus menggunakan tongkat sebagai alat bantu. “Untuk jalan sih bisa, tapi kalau dipaksakan sakit. Jalannya juga pakai tongkat. Enaknya ya begini (tiduran-red), punggungnya diganjel,” tuturnya.

Sariban, lahir di Magetan Jawa Timur, 8 Agustus 1943. Bapak 4 anak yang kini memiliki 4 orang cucu itu, mulai menjadi relawan kebersihan lingkungan hidup di Bandung sejak tahun 1983. Saat itu ia masih menjadi petugas kebersihan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Saat Sariban menjadi petugas kebersihan, RS Cicendo mendapatkan penghargaan sebagai RS Terbersih Se-Provinsi Jawa Barat. Kemudian Sariban pensiun pada tahun 1999 dengan golongan terakhir Penata Muda III A.

Setelah pensiun, hidup Sariban pun diabdikan untuk kebersihan dan lingkungan hidup. Usianya kini telah 67 tahun. Badannya boleh saja kecil, namun semangatnya melampaui siapa pun yang mengaku peduli lingkungan di Kota Bandung. Dengan sepeda kumbangnya yang nyentrik, Sariban dapat dengan mudah dikenali.

Menggunakan seragam dan topi caping kuning menyala serta sepeda yang dilengkapi tempat sampah, sapu, serokan, pacul dan alat kebersihan lainnya. Bahkan kadang Sariban membawa pengeras suara.

“Doakan saya muncul kembali di tengah masyarakat ya,” tutur Sariban masih dengan semangat di atas tempat tidurnya.

Semoga lekas sembuh Pak Sariban…

(tya/ern)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s